Varian Virus Corona Lebih Banyak Menginfeksi Pada Usia Muda

132 views

Varian Virus Corona Lebih Banyak Menginfeksi Usia Muda - Virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi 142.727.805 orang di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut 3.043.707 orang meninggal dunia dan 121.246.463 dapat kembali pulih. Selama ini, Covid-19 dinilai lebih berisiko pada pasien dengan usia lanjut di atas 60 tahun serta memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi hingga jantung.

Namun dengan adanya varian virus dan sejumlah mutasi yang lebih menular, terdapat kecenderungan bahwa kalangan usia muda juga bisa lebih berisiko. Banyak kalangan muda bahkan anak-anak di Amerika Serikat saat ini justru terpapar Covid-19 dan mengalami gejala yang tidak ringan. Banyak dari mereka yang kondisinya parah dan membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan tidak jarang perjuangannya berujung dengan kematian.

Kepala petugas medis sebuah rumah sakit anak di Michigan, Rudolph Valentini menyebut saat ini lebih banyak anak muda yang dilarikan ke UGD, ICU, bahkan hingga memerlukan ventilator sebagai alat bantu napas mekanis. Pasien Covid-19 dengan gejala parah tersebut berusia antara 20, 25, hingga 35 tahun. Merata di sejumlah negara bagian Rudolph menyebut, kondisi ini tidak hanya terjadi di rumah sakit tempatnya bekerja, melainkan juga dijumpai kasus serupa di seluruh negara bagian AS.

Di Chicago, pasien Covid-19 yang dirawat inap sekarang kebanyakan berusia di bawah 50 tahun, berbeda dengan kondisi di awal pandemi di mana para lansia dan pasien komorbid yang banyak menempati ruang-ruang perawatan. Hal serupa juga terjadi di New Jersey. Hampir separuh pasien rawat inap Covid-19, merupakan usia 60 tahun ke bawah. Dari jumlah pasien yang terinfeksi, 11 persen adalah usia 30-39 tahun, 10 persennya merupakan usia 40-49 tahun, dan 21 persen lainnya berusia 50-59 tahun.

Tingkat keparahan dan kecepatan menular Selain bisa mempengaruhi tingkat keparahan yang lebih signifikan, virus mutasi baru ini juga memiliki kemampuan menyebar yang lebih cepat dibandingkan virus aslinya. Banyaknya kalangan muda yang terinfeksi, disebut akibat mereka yang belum menerima vaksinasi, karena belum termasuk kelompok prioritas vaksinasi di negaranya. Di sisi lain mereka ini memiliki tingkat mobilitas yang lebih dinamis jika dibandingkan dengan anak-anak atau lansia.

Mereka berkumpul dengan temannya, berolahraga di ruang publik, bersekolah, dan sebagainya. Melihat tren baru ini, kini sejumlah pihak mulai memikirkan untuk juga memberikan vaksin Covid-19 pada mereka kalangan muda. Selama vaksinasi belum menyentuh kelompok ini, maka selama itu lah mereka akan rentan terhadap paparan virus, dan berpotensi memperparah kondisi pandemi di negara tersebut. Namun, vaksinasi bagi golongan usia muda dan anak-anak masih harus menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA). Meski uji klinis dari pihak pengembang telah menunjukkan indikasi aman untuk digunakan pada anak-anak.

India Temuan lonjakan kasus pada usia muda tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Banyak juga kalangan muda yang terserang Covid-19 terjadi di India, negara yang saat ini tengah menghadapi serangan gelombang kedua Covid-19. Baca juga: Sejumlah Negara Alami Lonjakan Kasus Corona, Menkes Minta Masyarakat Waspada Melansir Times Now News (18/4/2021), hal itu disampaikan oleh Kepala Genestrings Diagnostic Center, Gauri Agarwal.

Peningkatan kasus pada usia muda ini tidak terjadi pada gelombang pertama di mana lebih banyak kelompok usia tua yang terinfeksi dan mengalami kondisi parah. Selain itu, gejala-gejala yang ditunjukkan oleh mereka pun cukup berbeda dibandingkan dengan gejala umum yang biasanya dimiliki oleh seorang pasien Covid-19. Gejala-gejala berbeda itu meliputi mulut kering, masalah pencernaan, mual, mata memerah, dan sakit kepala.

Leave a reply "Varian Virus Corona Lebih Banyak Menginfeksi Pada Usia Muda"

Author: 
    author