Jejak Data Perekam Dari Penerbangan Pesawat Sriwiijaya Air Yang Jatuh

283 views

Penyelidik Komisi Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) telah berhasil memulihkan data dari perekam penerbangan jet penumpang yang jatuh, beberapa hari setelah pesawat dengan 62 orang di dalamnya menabrak laut, kata mereka, Jumat. "(Semuanya) dalam kondisi baik dan kami sedang memeriksa datanya," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam sebuah pernyataan. Perekam, yang menyimpan informasi tentang kecepatan, ketinggian dan arah pesawat, dapat memberikan petunjuk penting mengapa pesawat jatuh sekitar 10.000 kaki (3.000 meter) dalam waktu kurang dari satu menit sebelum menabrak perairan Jakarta pada hari Sabtu.

Sebuah regu penyelamat di dekat pantai ibu kota telah bekerja berhari-hari untuk menyelamatkan sisa-sisa manusia dan puing-puing pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500, serta dua perekam penerbangan. Lebih dari 3.000 orang mengambil bagian dalam upaya pemulihan, dibantu oleh puluhan perahu dan helikopter.

Penyelam pada hari Selasa mengangkut perekam data ke permukaan, dengan perburuan sekarang difokuskan pada menemukan perekam suara kokpit di dasar laut yang dipenuhi puing-puing. Pesawat berusia 26 tahun itu jatuh hanya empat menit setelah lepas landas dari Jakarta, menuju kota Pontianak di pulau Kalimantan, yang berjarak 90 menit penerbangan.

Pihak berwenang mengatakan awak tidak mengumumkan keadaan darurat atau melaporkan masalah teknis dengan pesawat sebelum menyelam, dan mungkin masih utuh ketika menabrak air - mengutip area yang relatif kecil di mana bangkai pesawat tersebar.

Penyelidikan kecelakaan kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan, tetapi laporan awal diharapkan dalam 30 hari. Sektor penerbangan Indonesia yang berkembang pesat telah lama diganggu oleh masalah keamanan, dan maskapai penerbangannya pernah dilarang masuk ke wilayah udara AS dan Eropa.

Pada Oktober 2018, 189 orang tewas ketika pesawat Lion Air Boeing 737 MAX jatuh di dekat Jakarta. Kecelakaan itu dan kecelakaan lainnya di Ethiopia - menyebabkan 737 MAX di seluruh dunia dilarang terbang karena sistem anti-stall yang salah. 737 yang turun Sabtu pertama kali diproduksi beberapa dekade lalu dan bukan varian MAX.

Tags: #Black Box #Jejak Data Perekam #Sriwijaya Air #Sriwijaya SJ182

Leave a reply "Jejak Data Perekam Dari Penerbangan Pesawat Sriwiijaya Air Yang Jatuh"

Author: 
    author