Grab Membuka Penghasilan Tambahan Rp 46t Untuk Pengemudi, Pedagang: Survei

Grab, sebuah perusahaan ride-hailing, memberikan kontribusi Rp 46,2 triliun ($ 3,3 miliar) untuk perekonomian informal Indonesia tahun lalu dalam bentuk pendapatan tambahan untuk pengemudi dan pedagang makanan, menurut survei yang dirilis pada hari Kamis. Kontribusi tersebut berasal dari tiga unit bisnis perseroan: GrabBike (Rp 15,7 triliun), GrabCar (Rp 9,7 triliun) dan GrabFood (Rp 20,8 triliun).

Survei tersebut dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, anak perusahaan The Jakarta Post, bekerja sama dengan Grab. Ini mewawancarai 2.600 mitra dari lima kota besar: Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan. Ekonom CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan kepada wartawan di Jakarta bahwa survei tersebut merupakan bagian dari rangkaian studi CSIS tentang dampak ekonomi digital di Indonesia.

“Tidak pernah ada pengurangan pekerjaan informal yang signifikan. Jadi mungkin kita butuh paradigma baru yang bukan soal mengurangi informalitas tapi meningkatkan pendapatan informal, ”ujarnya. Survei menunjukkan bahwa layanan ride-hailing memungkinkan pengemudi menggandakan pendapatan rata-rata bulanan mereka dari Rp 1,9 juta menjadi Rp 3,9 juta untuk pengemudi sepeda motor dan dari Rp 3,3 juta menjadi Rp 7 juta untuk pengemudi mobil.

Tunggangan juga merupakan sarana pekerjaan informal yang populer karena 33 persen pengemudi mobil dan 38 persen pengemudi sepeda motor tidak memiliki penghasilan sebelum bergabung dengan perusahaan. Pedagang makanan yang semuanya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil juga mengalami kenaikan penjualan harian rata-rata 25 persen dari rata-rata Rp1,4 juta menjadi Rp1,85 juta.

Namun, penjualan 16 persen vendor tidak meningkat melebihi kelompok berpenghasilan terendah di bawah Rp 500.000 per hari.

Tags: #Grab #Penghasilan Tambahan

Leave a reply "Grab Membuka Penghasilan Tambahan Rp 46t Untuk Pengemudi, Pedagang: Survei"

Author: 
    author